BAND FOR THE PUNX

BAND FOR THE PUNX

Selasa, 05 Oktober 2010

PLAYING DEAD MAN




BIOGRAPHY

playing dead man dibentuk pada tahun 2009 sekitar bulan mei di cipanas-cianjur,
oleh choky (vocal) azi (gitar) ahonk (gitar) rizky (bass) oyot (drum)
siring dengan berjalannya waktu, band ini mengalami perubahan,
rizky meninggalkan posisi bass, dan untuk mengisi posisi kosong ini
kita memilih randy sebagai bassis baru.
pada akir 2009 randy keluar karena tidak cocok dengan genre yg kita buat.
kami juga mencari pengganti lain,
waktu itu coky mengajak temannya isak untuk menggantikan posisi bass,
setelah kita berlatih dengan bass baru kita,
akhirnya kami sepakat untuk memilih isak sebagai bassis baru kita,
posisi terakir band kami adalah
choky (vocal) azi (gitar) ahonk (gitar) isak (bass) oyot (drum)

DISCOGRAPHY

- PERANG DAN KEBENCIAN - DEMO 2009
- NDONESIAN THRASHCORE COMPILATION ( LOST CAUSE RECORDS - RUSIA - 2009 )
- THRASH AND FRIEND - SIX WAY SPLIT ( MERANGKAK MATI RECORDS - INDONESIA - 2010 )

Download Lagu Kami :

http://www.mediafire.com/?kwdengykgte

http://www.mediafire.com/?mmx3nomzeoh

LINE UP

choky : vocal
azi : gitar
ahonk : gitar
isak : bass
oyot : drum

INFO & CONTACT

oyot : 085723921351
email : playing.deadman@gmail.com
myspace : www.myspace.com/playingxdeadxman
facebook : oyot_xxx@yahoo.com

Senin, 05 April 2010

Band Punk Legendaris Sham 69





Grup punk rock era 1970-an asal Inggris, Sham 69, dipastikan bakal menggelar konser di Jakarta pada 18 April mendatang.

Menurut promotor Kid 23, Raymond Edward, Sham 69 memasukkan Indonesia sebagai negara keempat dalam tur se-Asia mereka. “Mereka beralasan Indonesia merupakan basis Punk terbesar di Asia,” kata pria berusia 28 tahun itu saat dihubungi Tempo, Senin (15/2).

Rencananya, kata Raymond, Sham 69 mulai keliling Asia dari Filipina pada 13 April. Dari negeri Gloria Macapagal Arroyo itu, Sham akan melanjutkan ke Thailand, Malaysia, Singapura, Indonesia, Jepang, dan berakhir di Cina. “Thailand dan Jepang masih tahap negosiasi,” ungkap Raymond.

Saat ini, lanjut Raymond, pihaknya tengah mengurus semua tetek bengek agar Sham 69 bisa tampil di Jakarta. Seperti biaya pajak dan jaminan keamanan. “Izin dan tempat sudah ada. Rencananya di outdoor Bulungan Blok M. Sham 69 sendiri tidak minta yang aneh-aneh,” tambah Raymond.

Raymond menargetkan konser Sham 69 nanti bakal dihadiri tidak kurang dari 1.000 penonton. “Kita optimistis, karena para pengemar musik punk di Indonesia itu biar sedikit tapi fanatik,” tegas Raymond.

Sham 69 merupakan grup punk rock seangkatan dengan Sex Pistols. Mereka kini digawangi Tim V di vokal, Dave Parsons sebagai gitaris, Ian Whitewood sebagai pengebuk drum, dan Al Campbell sebagai pencabik bas. Grup ini telah melahirkan puluhan album, seperti "Tell Us The Truth", "That's Life", "Kings & Queens", dan "The Adventures Of The Hersham Boys".

Selasa, 30 Maret 2010

Cewek Jaman sekarang !

Cuma gadget lo yang lo sayangi, tapi lo masi matre buat apa lo punya gadget mahal mahal kaya HP BB kaya IPOD, tapi cuma makan 15 ribu lo masi minta sama pacar lo. Takut miskin apa lo masi itungan jadi orang. Sedang kan org yang lu minta jajanin lebih MISKIN dari lo. KEMANA OTAK LO. Hp sih bisa lo tunjuk tunjukin buat aja ngtrand. Tapi cuma jajan 15 ribu aja masi minta bayarin, ih najis .

Minggu, 14 Maret 2010

The Sabotage



Kisah The Sabotage Menembus Java Rockinland

JAKARTA Bagi sebuah grup punk rock jalanan menunggu hadirnya festival punk raksasa seperti Warped Tour di tanahair jelas bagai punuk merindukan bulan. Terlebih lagi bisa tampil di sebuah festival rock internasional terbesar di negara ini mungkin bagai punuk merindukan Pluto. Hebatnya ternyata ini menjadi kenyataan. Setidaknya bagi The Borstal dan The Sabotage, dua band punk rock jalanan yang walau cukup terkenal di komunitasnya namun tidak dikenal oleh fans musik rock kebanyakan di tanahair. Keduanya tampil mengesankan di festival Java Rockinland yang baru saja berakhir pekan silam di Pantai Karnaval, Ancol, Jakarta. The Borstal dan The Sabotage tampil di Aksara Cutting Edge Stage yang merupakan panggung yang khusus digelar Aksara Records dan menampilkan aksi band-band indie/underground terkemuka di tanahair. Selain keduanya tampil pula antara lain Vox (Surabaya), Armada Racun (Yogyakarta), The Monophones (Yogyakarta), Risky Summerbee & The Honeythief (Yogyakarta), Southern Beach Terror (Yogyakarta), White Shoes & The Couples Company, Goodnight Electric, Sore dan sebagainya. Banyak pihak yang kaget dengan tampilnya kedua band punk garis keras ini di festival rock terbesar di Indonesia saat ini tersebut. Kaget karena The Sabotage merupakan band punk rock tulen, bukan tipikal melodic punk ataupun sejenis band post-punk lainnya. Terus terang sepertinya kecil sekali kemungkinannya mereka bisa manggung di acara akbar sekelas JRL ini. Akhirnya website resmi Java Rockinland menjawab keraguan tersebut. The Sabotage yang awalnya merambah belantara underground berhasil membuka lebih lebar pintu kebebasan sehingga musik punk dapat berteriak dan keluar dari kerangkeng minoritas melalui festival JRL ini. Di JRL The Sabotage manggung setelah Sore dan Speedkill, dua band indie andal yang lebih dulu dikenal anak muda Jakarta ketimbang The Sabotage yang dari atributnya saja mungkin membuat sebagian orang merasa ketakutan. Akhirnya sekitar pukul 10 malam, The Sabotage hadir di panggung dengan line-up Ony FuckGuy(vokal), Acil (drum), Pulung Vicious (bass), Geboy (gitar) dan Abie Jarrod (gitar). Mereka menggetarkan panggung Aksara Cutting Edge dengan rif-rif punk yang mentah berikut beat-beat cepat dan yelyel kebebasan ala punk. Nomor sendiri Never Surrender dan Give Us A Freedom menjadi pembuka penampilan mereka malam itu. Setelah beberapa lagu sebagian penonton seperti masih tak percaya di festival JRL ada sebuah band punk jalanan yang biasanya hanya ada di konser-konser punk di pinggiran Jakarta, walau belakangan mereka sempat menggelar pula Java Bali Riot Tour 2007 2008. Setelah beberapa lagu sendiri termasuk Dont Control Us mereka melengkapi penampilan mereka dengan memainkan nomor milik band punk legendaris Inggris G.B.H, Give Me Fire. Malam itu The Sabotage bersama The Borstal berhasil menancapkan bendera punk di pergelaran akbar tersebut dengan sukses, lengkap dengan rambut mohawk pula. Beberapa menit setelah manggung Geboy tampak terpukau dengan kenyataan yang dialami oleh bandnya sendiri. Gue aja yang maen masih nggak percaya, apalagi elo, katanya sambil tertawa kepada seorang teman. Sebenarnya mereka bukan satusatunya band underground yang ikut memeriahkan JRL. Sebut saja Skalie, Siksakubur, Bitter Ballen, dan lain-lain. Sangat mengesankan bahwa di festival musik internasional sekelas Java Rockinland semua genre musik rock diberi kesempatan yang sama, tak terkecuali punk rock. David Tarigan, A&R dari Aksara Records disebut sebagai orang yang berperan dalam menghadirkan kedua band punk garis keras ini di sana. Awalnya, The Sabotage sempat tampil on-air di Radio OZ Jakarta dan David menyukai kedua band ini. Menurut Ony FuckGuy, vokalis The Sabotage, ia senang sekali dapat tampil di JRL, namun akan sangat bahagia apabila penampilan bandnya berdampak bagus pula di kemudian hari. Semoga tidak cuma sampai di sini, kami mengharapkan ada efek yang lebih baik untuk The Sabotage di masa depan setelah manggung di Java Rockinland, ujarnya. Uniknya lagi, seusai manggung The Sabotage sempat mampir ke tenda Jack Daniels guna merayakannya. Secara tak terduga sang empunya festival, Peter F. Gontha tengah nongkrong santai pula di sana. Walhasil para personel band ini spontan diajak minum bareng sekaligus berfoto dengan pendiri sekaligus chairman Java Festival Production tersebut. Gua kaget banget tibatiba anak buahnya doi narik gue buat foto bareng om Peter, kenang Ony bangga. Seolah melengkapi tradisi yang sempurna di sebuah festival rock, Ony dan kawan-kawan pun bersulang akrab dengan Peter F. Gontha di tenda Jack Daniels. Sebuah pemandangan ajaib yang makin mempertegas bahwa dalam musik rock semua adalah setara dan bersaudara. Mari bersulang!

Info ini di dapat dari http://www.rollingstone.co.id

Fenomena baru




Sungai Bawah Laut
Keajaiban atau Fenomena Alam

FENOMENA sungai di bawah air laut menggetarkan dunia. Siapa yang bisa percaya bahwa di dalam lautan air asin, ada sungai yang berisikan air tawar. Sungguh bukan sesuatu yang masuk akal. Tetapi konon, peristiwa itu rupanya sudah terekam di dalam Al-quran, pegangan hidup kaum Muslimin. Ada dua buah surat dari 114 surat di dalam Al-quran yang menyinggung tentang fenomena menggemparkan tersebut.

“Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu. ” (QS Fushshilat : 53)

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)

Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara televisi petualangan pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.

Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez . Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. .”Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.

Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” ertinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak

ditemukan mutiara.

Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam

akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar.
(Info ini di dapat dari berbagai sumber)

Kamis, 11 Maret 2010

Misfits Konser di Jakarta 10 April 2010!





Akan tampil selama 90 menit di satu-satunya konser mereka di Asia.

Rumor tentang rencana konser Misfits di Indonesia yang sempat beredar beberapa waktu lalu akhirnya terjawab sudah. Band pionir horror punk legendaris asal New Jersey, Amerika Serikat ini akan menggempur Jakarta pada hari Sabtu, 10 April 2010. Jadwal konser ini diluar dugaan justru lebih cepat dari kabar sebelumnya 29 Mei 2010.

Konfirmasi tentang konser Misfits ini diperoleh Rolling Stone dari promotor Andressiawan, mewakili Solucites Entertainment yang sebelumnya sukses menggelar konser-konser band metal seperti Lamb Of God, Arch Enemy, Helloween, Dragonforce dan Kreator di Jakarta.

“Konser Misfits di Jakarta ini akan menjadi satu-satunya konser mereka di Asia. Rombongan mereka berjumlah delapan orang dan akan terbang khusus dari Amerika Serikat ke Jakarta,” jelas Andre ketika dihubungi via telepon (19/2). Misfits rencananya akan tampil selama lebih kurang 90 menit di Jakarta dan akan membawakan nomor-nomor legendaris mereka.

Andre bercerita bahwa booking agent Misfits selama beberapa tahun terakhir ini sudah sangat sering menerima penawaran dari Indonesia namun tak satu pun promotor yang serius menindaklanjutinya.

“Mereka sebenarnya sangat tertarik untuk datang ke Indonesia namun karena banyak yang tidak serius akhirnya menjadi antipati, awalnya pun kami menerima perlakuan seperti,” imbuh Andre lagi.

Menurut Andre, sebelumnya pihaknya memang sempat ditawari oleh beberapa pihak untuk mendatangkan Misfits namun masih ragu dengan fanbase mereka di Jakarta.

“Namun setelah kami membaca rumor tentang kedatangan mereka di website Rolling Stone dan melihat respon yang masuk kami pun serius menindaklanjutinya,” ungkap Andre.

Hingga kini website resmi Misfits memang belum menampilkan jadwal konser di Jakarta namun Andre menjanjikan dalam waktu dekat manajemen Misfits akan segera memasangnya.

Pihak Solucites Entertainment sampai berita ini diturunkan masih memilih venue yang tepat untuk konser Misfits, “Pilihan terbaiknya antara di Ancol atau di Senayan, yang pasti kami menjanjikan keamanan dan kenyamanan bagi para penggemar Misfits, kita tunggu dalam beberapa hari lagi nanti,” ujarnya.

Mengenai harga tiket konser legenda punk dunia ini sampai saat ini Solucites juga belum mengumumkan secara resmi namun Andre menjanjikan sebuah angka yang sangat terjangkau bagi semua kalangan. “Mungkin kisarannya antara Rp. 150 ribu sampai Rp. 175 ribu.”

Misfits yang dibentuk oleh Glenn Danzig tahun 1977 merupakan band yang sukses memadukan punk hardcore dengan imej menyeramkan dari film-film horor. Nama band ini terinsiprasi dari film horor yang dibintangi Marilyn Monroe untuk terakhir kalinya pada tahun 1961, The Misfits.

Metallica dan Guns N’ Roses adalah beberapa band besar dunia yang mengidolakan Misfits dan sempat mengcover lagu-lagu mereka di album masing-masing, “Die, Die, My Darling,” “Last Caress” / “Green Hell” (Metallica), “Attitude” (Guns N’ Roses).

Pada tahun 1983 Misfits sempat membubarkan diri dan beberapa tahun kemudian Glenn Danzig dituntut di pengadilan oleh bassist Jerry Only atas pembagian royalti dan penggunaan nama Misfits yang baru berakhir sepuluh tahun kemudian.

Jerry Only yang akhirnya memenangkan kasus ini kemudian di tahun 1995 mengaktifkan kembali Misfits (minus Glenn Danzig) dan sempat merilis dua album penuh, American Psycho (1997) dan Famous Monsters (1999). Kini formasi terakhir dari The Misfits adalah Jerry Only (vokal, bass), Dez Cadena (gitar, eks-Black Flag) dan Robo (drums).

Sumber Rolling stone indonesia

Rabu, 10 Maret 2010

The Roof



Salah satu band yang alirannya STREET PUNK bisa disebut juga HC PUNK yang tumbuh besar di pamulang dan sekitar nya hehehe ini teman kami yang dari dulu sudah kenal hahaha iya lah vokal nya aja ade kelas gua di SMP , drumer nya juga , cuma gitaris sama basis nya aja orang lain tapi akrab kok kami sama kalian oke the roof hehehe . sedikit info buat para pembaca blog gua . The roof ini lahir dan terbentuk pada 15 JUNI 2007 . Band punk ini sudah banyak menaiki dan mengisi di acara acara punx di jakarta dan sekitarnya . Band ini terinfluence oleh band band besar di dunia seperti GBH , Motorhead ,The adicts , Cocksparrer , The Exploited , The casualties , The Unseen , Cheapsex , A Global Threat ,Defiance ,Total Chaos ,Septictank ,Street Voices ,And All Punk In The World.
Band ini sudah mengikiti KOMPILASI yang akan tayang bulan Mei 2010 kita tunggu saja keharidan kompilasi ini , kompilasi ini dibawah label Stay Punk Records .
untuk mengenal lebih jauh tentang band punk asal Pamulang ini bisa liat di myspace.com/theroofpunk

Current lineup

* Yuri Novan Kalashnikov - vocals (2007–present)
* Iyong Erv Pshycoboarder - bass (2007–present)
* indra satria pratama - guitar (2010–present)
* Irreplaceable Punk - guitar (2007–present)
* Opan Syahputra Lubis - drums (2007–present)

SEBELAS TAHUN MARJINAL



Pada bulan Desember 2007 yang lalu, Marjinal bermain musik pada gelaran pameran bertajuk Ibumi – ibu bumi, di sculpture park Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Bali. Pameran yang melibatkan seniman dari Bali, Yogyakarta dan Bandung itu adalah rangkaian gelaran kesenian yang bertepatan dengan Konferensi Perubahan Iklim (Climate Change Conference),yang melibatkan sebanyak 189 negara anggota PBB yang konsen terhadap lingkungan.

Dipilihnya Bali sebagai tempat konferensi tersebut karena Bali dipandang memiliki konsep hidup untuk mencintai lingkungan, melalui “Tri Hita Karana”, hubungan harmonis dengan lingkungan, antarmanusia dan Tuhan.
Dengan gitar dan jimbe yang ditabuh rampak, Mike dan Bob menyanyikan Hukum Rimba, Negri Ngeri, Marsinah, dll. Marjinal cukup membetot perhatian hadirin.
“Baru kali ini kita main di acara pameran, di depan seniman,” ujar Bob seusai bermain musik.
Kemudia dia dan Mike bersama para seniman berjalan sejauh duaratus meter menuju tanah lapang yang dipeluk bukit-bukit kapur Jimbaran. Di sana, para seniman dan siswa-siswa dari sekolah-sekolah di Jimbaran, menanam ratusan bibit pohon damar.
Marjinal berkesempatan pula berkolaborasi dengan sekeha gong Banjar Ungasan-Jimbaran, yang memainkan gambelan Bali. Mike dan Bob menabuh jimbe bersahut-sahutan dengan suara kendang, kencreng dan gong. Suasana semakin hangat. Gerimis pun urung turun di bukit-bukit Jimbaran.
Di tempat yang lain, di Nusa Dua, para pemimpin dunia sedang mengadakan konfrensi. Pemanasan bumi (global warming), menjadi topik utama. “Ini momen kita menyuarakan kepada dunia, perlu ada sistem yang baru untuk menyelamatkan bumi dari emisi gas rumah kaca. Amerika harus mendengar jeritan umat manusia. Indonesia jangan sampai cuma ketiban malapetaka akibat nafsu buta industri mereka,” kata Mike kepada para seniman.
Pelbagai bencana alam di Indonesia, menurut Mike, adalah akibat dari sistem yang yang mengedepankan ketamakan manusia. Pohon ditebang. Terumbu karang hancur. Tanah longsor. Banjir, dll.
“Gue ingat kampug kita, jadi langganan banjir,” celetuk Bob.
Dalam perjalanan kembali ke Jakarta, para seniman berkesempatan berziarah di desa-desa yang tertelan lumpur panas di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Matahari bersinar sangar. Panas menyengat. Kubah sebuah mushola nampak menyembul. Di sudut lain nampak pucuk atap-atap rumah. “Di sana pabrik tempat Marsinah bekerja,” ujar seorang tukang ojek, telunjuknya mengarah pada atap seng yang sedikit menyembul di padang lumpur panas. Asap masih mengepul. Marjinal menyenandungkan Marsinah, sebuah ode untuk buruh perempuan yang mati memperjuangkan hak-hak buruh itu.
Tiba-tiba seorang mahasiswa Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, yang mempunyai masa kanak-kanak di sebuah desa yang kini tertelan lumpur panas, spontan membuka busana. Mulutnya menggumamkan lata-kata, mungkin mantra. Ia ingin menggelar performance art. Tapi dengan sigap dicegah aparat yang membopongnya menjauhi lumpur panas. Asap lumpur masih mengepul. Sang seniman histeris. Meradang. Menerjang. Para seniman yang lain menenangkan.
Rombongan melanjutkan perjalanan.
Di Yogyakarta, Bob dan Mike berkolaborasi dengan pelukis Dipo Andi. Mereka menuangkan perjalanan ziarah ke lumpur panas Lapindo dalam sebuah lukisan. Bob melukis wujud tengkorak berdasi. Dipo Andi membuat sapuan bidang dan garis lalu membubuhkan tulisan BAH NERAKA. Mike menuliskan lirik lagu Luka Kita. Novelis Muhidin M. Dahlan tak ketinggalan menuliskan kalimat yang ia kutip dari Mahatma Gandhi:” Bumi adalah sorga/ yang rusak jadi neraka/ oleh orang-orang dungu hiruk-pikuk…
Di penghujung 2007, Marjinal pulang kampung, kembali ke markas di Setu Babakan, Jakarta. “Gue kangen nyokab,” kata Bob, yang merindukan bertemu ibunya. Sedangkan Mike menyiapkan acara mancing bersama warga di sebuah empang yang dikelola secara swadaya. “Mancing itu kebutuhan. Sambil merenung dan melatih kesabaran. Baru kepikiran… Marjinal udah jalan sebelas tahun…,” kata Mike sambil menghela nafasnya.
Sebelas tahun Marjinal berjalan. Ibarat seorang bocah yang lagi gesit-gesitnya, ingin mencoba ini dan itu dengan rasa ingin tahu nan besar. “Marjinal sebagai komunitas memang sebelas tahun jalan, tapi yang terlibat di sana kan udah bukan bocah lagi. Komunitas ini bukan ruang bermain bocah lagi, tapi jadi suatu jalan hidup,” tutur Mike.
Menurut Mike, apa yang dicapai Marjinal hari ini adalah tidak lepas dari dukungan warga kampung Setu Babakan.
Marjinal telah merilis empat album: Ditindas atau Bangkit Melawan, Anty Military, Termarjinalkan dan Predator. Melalui lagu-lagu yang dikumandangkan empat album itu, Marjinal mulai dikenal publik, khususnya scene punk.
Sebagian besar publik mengetahui Marjinal hanya dari lagu-lagunya. Mereka gak tahu, personil Marjinal seperti apa. Publik baru tahu kemudian setelah Marjinal diundang manggung di beberapa gelaran musik (gigs) di beberapa daerah, sampai ke kampung-kampung di pojok paling pelosok Indonesia. Ketika bertemu player Marjinal, orang-orang makin suka karena mereka mudah diajak bersahabat.
Dalam setiap gigs, Marjinal selalu membuka work-shop cukilan kayu dan cetak sablon. Pada waktu tertentu kadangkala diisi diskusi yang serius. Atau sekadar bincang-bincang santai. Ternyata Marjinal jenaka pun bisa!
Awalnya, orang kalau melihat sosok Mike yang tinggi atletis dengan tattoo yang tergambar di pergelangan, leher hingga kepalanya, yang dilebati rambut gimbal, bikin orang ketar-ketir juga. Tapi begitu melihat seulas senyum dan vokalnya yang rada empuk bersahabat, orang-orang pun mendekat menjabat tangannya. Atau saling bertegur-sapa.
Sedangkan dengan Bob, walau sekujur tubuhnya dirajah dengan ornament tribal serta gambar pencakar langit plus Monas di betisnya… Bob langsung menyapa dan mendekat pada orang-orang yang rada canggung. Bob langsung mengajak bercanda-ria dan menyanyi bersama.
Publik pertamakali mengenal Marjinal, tentu saja, dari lagu-lagunya. Empat album yang telah dirilis beredar di lapak atau distro, bahkan dari tangan ke tangan, namun kini sudah dibajak pula dan beredar di kakilima di pelbagai pojok pelosok Indonesia. Selain itu, publik mengenal Marjinal dari desain cetakan sablon di kaos, yang merupakan bentuk aplikasi karya seni grafis cukilan kayu Marjinal. Kaos desain-desain Marjinal pun kini telah dibajak dan beredar di kaki lima di pelbagai pojok pelosok Indonesia.
“Sampai saat ini kita biarin karya kita dibajak. Hitung-hitung bagi-bagi rejekilah! Itu salah satu bentuk kemenangan komunitas punk, bias diterima secara luas,” ujar Mike sambil terkeh-kekeh.
lirik lagu-lagu Marjinal, menurut pengakuan sebagian besar kaum muda, sangat mewakili kenyataan hidup mereka yang termarjinalkan. Lirik-lirik lagu itu menggedor kesadaran mereka, agar melihat kenyataan lingkungan lalu bangkit menolong diri sendiri. Lagu-lagu itu memberi inspirasi agar kaum muda hidup mandiri.
“Marjinal itu purba banget,” kata seseorang pemuda dari Indramayu, yang enggan disebutkan namanya.
Lho, kok purba?
“Ya, sebagian besar publik pendengarnya tahu Marjinal cuma dari lagu-lagunya,” kata pemuda itu. Ia pun bersama beberapa temannya ketika liburan pergi ke markas Marjinal di Setu Babakan. “Kehidupan orang-orangnya sama persis kayak lagu-lagunya!” katanya.
Yup! Publik mengenal Marjinal dari lagu serta karya seni grafis, cukilan kayu yang diaplikasikan dalam sablon kaos, emblem dan pin. Sebagian besar karya cukilan kayu itu adalah bentuk narasi senirupa yang bersumber dari lirik-lirik lagu Marjinal. Mereka menyadari, lagu dan visual art sebagai media yang sangat ampuh membangun kesadaran kaum muda.
“Kita gunakan ruang publik kota sebagai tempat pameran. Kita berkompetisi dengan media visual yang lain, seperti iklan dan program pemerintah. Poster cukilan kayu dan stensil kita gunakan buat media penyadaran agar kita tidak melulu konsumtif. Kita anti konsumerisme yang selalu diiklankan di ruang public. Makanya kita harus berani merebut ruang publik sebagai ruang media visual kita!,” ujar Bob yang seringkali menggelar karya komik, cukilan kayu dan stensil di beberapa stasiun kereta api.
.
Kita berada di tengah kultur visual abad 21. Revolusi teknologi informasi dan komunikasi telah menjelma dunia jadi medan kecamuk citra. Pada abad digital ini tiap detik dunia digempur oleh citra yang datang-pergi silih berganti dengan agresivitas dan intensitas tinggi. Invasi citra kini telah dan makin jauh menembus teritori realitas. Dengan kapasitasnya melesatkan imajinasi tanpa batas, citra mampu memanipulasi realitas, atau bahkan menggantinya dengan realitas rekaan yang lebih “real”, lebih meyakinkan, lebih otoritatif.
Tapal-tapal batas antara yang natural dan artificial, antara yang “sungguhan” dan “bohongan”, bukan saja semakin kabur, tapi juga tidak relevan lagi.
Menjadi penghuni pada zaman ini berarti hidup dalam sebuah kebudayaan didominasi gambar, simulasi visual, stereotype, ilusi, reproduksi, imitasi dan fantasi. Masyarakat pascamodernisme dewasa ini dihidupi dan menghidupi rezim budaya citra, dengan citra visual sebagai panglima.
Dari halaman koran dan majalah, reklame di pinggir jalan, televisi, VCD, DVD, handphone, internet dsb, citra visual membanjiri seluruh dunia hingga ke pojok paling [elosok sekali pun, mengepung setiap individu dengan semua kekuatan seduktifnya berkembang biak dengan subur, teramat subur, over provokatif. Menginvasi segala sector kehidupan dan akhirnya menenggelamkan seluruh tubuh masyarakat kontemporer: mengubahnya jadi “masyarakat tontonan” (society of spectacle), sebuah masyarakat yang menggantungkan eksistensinya pada tampilan, kosmetik efek atraktif –spektakuler. Inilah masyarakat dimana kemasan lebih bernilai ketimbang isi, impresi lebih penting ketimbang esensi, visualisasi lebih berguna daripada kontemplasi.

***
Punk sebagai sebuah gerakan subkultur di Inggris dan Amerika muncul dari kantong-kantong kehidupan perkotaan (urban), muncul dari masyarakat industrial. Punk di Indonesia adalah hasil sebuah transformasi budaya akibat dari globalisasi arus bawah. Sebermula punk digandrungi kelas menengah-atas kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta atau Bandung, sebagai bentuk snobisme anak muda perkotaan. Tapi semanjak akhir 1990-an, subkultur punk menjadi sebuah gerakan subkultur yang merasuk sampai desa, kampung atau dusun di pojok pelosok Indonesia.
Beberapa scene punk di kota-kota kabupaten di Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi, dan Kalimantan sekarang secara berkala membuat gelaran musik (gigs), yang diikuti band-band punk dari desa-desa di sekitarnya. Sebagaian besar kaum muda itu hidup sebagai petani atau pedagang dengan latar budaya agraris yang kuat.
Secara tidak langsung, Marjinal memberi pengaruh terhadap tumbuhnya komunitas punk di Indonesia. Setidaknya, empat album Marjinal album musik punk rock awal yang liriknya menggunakan bahasa Indonesia. Marjinal juga menyuntik rasa percaya diri band-band lokal untuk menciptakan lagu sendiri dalam bahasa Indonesia, ketika band-band punk lokal berorientasi pada punk yang tumbuh di London atau New York.
Sepuluh tahun yang lalu,sulit membayangkan sebuah band punk menyanyikan lagu ciptaan sendiri yang berbahasa Indonesia. Marjinal membangun “rumah bahasa” dalam komunitas punk – bahasa Indonesia yang tidak mengalami birokratiasasi, bahasa Indonesia yang mengenali kembali rasa berbahasa, jauh dari slogan-slogan politik bahasa pemerintah yang memaksa warganya berbahasa Indonesia baik dan benar tetapi terasa garing, tanpa rasa. Sepuluh tahun yang lalu ketika band-band punk lokal masih berorientasi pada punk yang tumbuh di London atau New York.
Ketika Marjinal mencipytakan lagu berbahasa Indonesia dan menyanyikan di depan publik, mereka menuai cacian dan diremehkan. “Kok punk nyanyi lagu bahasa Indonesia,” kata Mike menirukan keluhan orang-orang ketika itu.
Scene punk sepuluh tahun yang lalu masih berkiblat pada punk di Barat. Mereka acapkali menyanyikan lagu-lagu Sex Pistols, Ramones, The Exploited, dll.
Ketika Marjinal menyanyikan lagu-lagu dengan tema kritik sosial, pun scene punk di Jakarta kaget-kagetan dan mencemooh, “Kok punk ngomongin politik!”
“Ketika itu sebagian besar band punk rock bicara kebebasan, yang fokusnya adalah hubungan lelaki dan perempuan, cinta-cintaan gitu lho. Kita menulis lagu kritik sosial. Atau lagu seperti Cinta Pembodohan yang mengkritik abis segala bentuk cinta-cintaan yang cemen itu!,” ujar Bob.
***
Sebelas tahun Marjinal berjalan melangkah tidak selalu ringan menganyun. Orang-orang datang dan pergi, hidup dan menghidupi komunitas ini. Marjinal selama sebelas tahun membangun “rumah bahasa” sekaligus menatanya, dengan nilai etos gerakan punk Do It Yourself (DIY), aktivisme politis di tingkat akar rumput yang memiliki cakupan luas dan terbuka dengan nilai-nilai kearifan lokal.
Budaya DIY terutama mencuat pada 1990-an, di Inggris, ketika terjadi percampuran antara aksi protes (sebagai aksi politik langsung) dengan kegiatan pesta (aksi perayaan, festival). Budaya ini menyerukan gerakan counter culture atau underground di Amerika pada 1960-an, di mana politik dan pesta berbaur. Budaya DIY, di tangan Marjinal, menjadi ekonomi koperasi, pemenfaatan teknologi digital dan teknologi komunikasi untuk tujuan-tujuan masyarakat bebas, dan komitmen terhadap teknologi alternative. Mengembangkan sikap berdikari (berdiri di kaki sendiri), sikap independen, termasuk dalam hal memproduksi kebutuhan-kebutuhan estetis: musik fashion, rajah tubuh, aksesoris, buku dan komik .

sumber www.koran-marjinal.blogspot.com

Selasa, 09 Maret 2010

"Kiamat" Bukan 2012 Tapi 2013

LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) memperkirakan puncak siklus badai matahari bukan terjadi pada 2012. Peristiwa yang kerap dihubungkan dengan 'hari kiamat' itu bakal terjadi pada Oktober 2013.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Aplikasi Geomagnet dan Magnet Antarika Lapan Clara Yono Yantini pada sosialisasi mengenai Fenomena Cuaca Antariksa 2012 hingga 2015 di Kampus Universitas Udayana, Jl Sudirman, Denpasar, Selasa (9/3/2010). Sosialisasi ini dihadiri puluhan ilmuwan dari Asia Tenggara, Jepang dan Rusia.

Perkiraan ini berbeda dengan isu kiamat 2012 yang diramalkan Suku Maya. Masyarakat pun banyak menghubungjan antara badai matahari tersebut dengan isu kiamat 2012.

"Siklus matahari terjadi pada rentang waktu 2010-2015. Puncak siklusnya, menurut perkiraan Lapan, terjadi pada bulan Oktober 2013. Penelitian oleh negara lain juga memperkirakan terjadi pada pertengahan 2013," kata Clara yang juga sebagai Peneliti Bidang Matahari dan Antariksa Lapan.

Lapan menjelaskan badai matahari akan mundur pada 2013 karena hingga saat ini belum menemukan tanda-tanda adanya aktivitas matahari yang ekstrim sebagai puncak siklus.

Siklus matahari terjadi rata-rata sekitar 11 tahun. Siklus ini menunjukkan adanya masa awal, puncak dan akhir siklus. Saat ini, matahari sedang mengalami siklus ke-24. Saat, puncak aktivitas matahari terjadi ledakan besar di matahari.

"Ini tentu mempengaruhi kondisi cuaca antarika, termasuk menyebabkan gangguan di Bumi," kata Clara.

Efek akibat aktivitas puncak matahari ini menyebabkan terjadinya perubahan iklim. Suhu bumi akan meningkat dan iklim berubah. Partikel-partikel matahari yang menembus lapisan atmosfer bumi akan mempengaruhi cuaca dan iklim bumi. Dampak yang paling ekstrim menyebabkan kemarau panjang. "Ini yang masih dikaji para peneliti," ujar Clara.

Info ini di dapat dari DETIK.com

Confused

Saya muhammad reza pahlevy biasa di panggil lepoi oleh teman teman saya . saya kuliah di salah satu universitas yang ada di daerah depok . saya semster 6 , kebetulan saya D3 jurusan MANAJEMEN INFORMATIKA di akhir perkuliahan ini saya bingung harus buat tugas akhir yang berjurusan tentang multimedia atau yang berhubungan dengan informasi . nah yang jadi masalah sekarang saya mau buat apa ? dapet judul aja belum , bagaimana mau ngejalanin nya ? ah payah dah lepoi . teman teman saya sebagian sudah membuat program nya untuk penulisan ilmiah biasa di sebut PI . sedangkan saya belum masa harus terus seperti ini ? gak maju . saya bingung ! tolong saya teman teman !

Minggu, 07 Maret 2010

Sedikit Cerita Tentang A GLOBAL THREAT dan THE EXPLOITED

A Global Threat



A Global Threat adalah band punk jalanan Amerika, dibentuk pada tahun 1997 di Maine (kemudian pindah ke Boston, MA). Pada tahun 1998 mereka merilis sendiri EP pertama mereka, "The Kids Will Revolt Against All Authority". Mereka merilis 4 full-length album, dan banyak EP's termasuk "In The Red" dan "Earache / Pass The Time". Mereka masuk melalui beberapa anggota band selama hidup mereka, termasuk Mark gaib dari jalan yang juga terkenal band punk, The gaib. Brian Lothian, sang vokalis dan gitaris, tetap satu-satunya anggota pendiri dalam grup. Pada 19 November 2007, A Global Threat mengumumkan bahwa mereka telah putus melalui profil Myspace.

Seperti banyak band punk politik, A Global Threat dikenal dan dicintai karena agresi dari musik mereka dan cita-cita, dan dihormati di komunitas punk .

The Exploited



The Exploited band punk rock dari gelombang kedua punk rock Inggris. Dalam tahun-tahun awal mereka membentuk suatu bagian integral dari gerakan anarkis, walaupun mereka kemudian album (dari 1987 pada) dianggap crossover thrash. Dibentuk pada awal 1980 di Edinburgh oleh mantan prajurit Wattie Buchan, mereka menandatangani kontrak untuk Rahasia Records Maret 1981 dan merilis debut Ep kehidupan tentara. Album yang berpengaruh Punk's Not Dead mengikuti tahun yang sama. Meskipun kelihatannya konstan perubahan line-up sejak awal, band ini telah berhasil mempertahankan, mengembangkan, dan berkembang yang sangat berpengaruh gaya punk. Vokalis Wattie Buchan telah memimpin banyak anggota melalui lebih dari 20 tahun konstan manggung dan rekaman, menciptakan seluruh dunia mengikuti proses.

Banyak penggemar telah mencatat peningkatan thrashiness tetap dapat dilacak melalui sejarah band. Rekaman kemudian mereka telah dilihat sebagai menyeberang ke wilayah thrash metal. Tetapi ada beberapa hardcore penggemar di luar sana yang masih menganggap mereka punk, meskipun kurang seperti jalanan standar yang mereka berada di akhir 1970-an & awal 1980-an.

Data ini di dapat dari http://www.last.fm/music

Biography Of The Casualties

he Casualties



The casualties adalah band punk dari New York City, New York, yang dibentuk pada tahun 1990. Gaya musik mereka biasanya diklasifikasikan sebagai Street punk atau hardcore punk.

Para personil The Casualties bertujuan untuk kembali kepada apa yang mereka pandang sebagai "zaman keemasan" punk jalanan, diwujudkan oleh band-band seperti The Exploited, GBH dan Discharge, yang mereka percayai telah menghilang pada tahun 1985. Selama tahun-tahun awal, yang lineup stabil. Formasi awal terdiri dari Colin dan Jorge pada vokal, Yureesh pada drum, Hank pada gitar, dan Mark pada bass. Colin melangkah keluar selama beberapa bulan untuk menyelesaikan pendidikan, sementara Rachel, Rivits 'penyanyi, mengambil tempatnya.

Pada titik ini, Colin, Jorge, Yureesh, dan Mark mengumpulkan demo. Fred digantikan Hank, tapi kemudian Fred kiri untuk pergi ke sekolah, dan Scott dari C Squat terisi gitaris lain, juga diisi selama periode ini. EP 40 Oz. nama album itu direkam. Pada tahun 1992, band ini tour dan membangun penggemar di NYC. Pada tahun 1993, Mark dan gitaris bassis Fred digantikan oleh Mike dan Jake, masing-masing dan Yureesh digantikan oleh Shawn pada drum pada tahun 1994. Pada tahun 1995, band ini merilis album kedua, "A Fuckin Way Of Life" EP dirilis pada Eyeball Records. Pada tahun 1996, Shawn meninggalkan band, dan Meggers dari Rivits datang untuk mengisi dan menjadi drummer biasa. Garis-up Jorge, Jake, Mike dan Meggers berlanjut sampai 1997. Johnny (Of The Krays) menjabat sebagai bassis sampai 1999 (posisi yang lebih permanen diisi oleh Rick kemudian tahun).

The casualties terus menghasilkan energi tinggi rekaman dan mereka telah melakukan tur di AS dan internasional (misalnya, Eropa, Jepang, dan Meksiko). Album Under Attack dirilis pada SideOneDummy Records pada 2006, dan mereka tur hampir non-stop selama 3 tahun tahun untuk mendukung album. Album terbaru mereka, dirilis pada SideOneDummy label pada tanggal 25 Agustus 2009 WE ARE ALL WE HAVE album terakhir the casualties .

Current lineup

* Jorge Herrera- vocals (1990–present)
* Rick Lopez - bass (1999–present)
* Jake Kolatis - guitar (1993–present)
* Mark "Meggers" Eggers - drums (1995–present)

Past members

* Colin - vocals (1990–1994)
* Yureesh - drums (1990–1994)
* Hank - guitar (1990–1991)
* Mark - bass (1990–1993)
* Fred - guitar (1991-1993)
* Mike - bass (1993–1997)
* Tom - Bass (1998)
* johnny - bass (1997–1999)
* Shawn - drums (1993–1994)
* Mendhi- bass (1999)

Studio albums

* 1997: For the Punx
* 1998: Underground Army
* 2000: Stay Out of Order
* 2001: Die Hards
* 2004: On the Front Line
* 2005: En La LĂ­nea Del Frente
* 2006: Under Attack
* 2009: We Are All We Have

EPs

* 1992: 40 Oz. Casualty
* 1994: A Fuckin' Way Of Life
* 2000: Who's In Control?

Compilation albums

* 2001: The Early Years: 1990–1995

Live albums

* 1999: Live at the Fireside Bowl
* 2003: More at the Fireside Bowl
* 2007: Made in NYC

Various artists compilation appearances

* 1990: Benefit For Beer - "Political Sin"
* 1994 "Pogo Attack LP" - "25 Years To Late" - "For The Punx"
* 2003: Punx Unite - "Punx Unite"
* 2003: Warped Tour 2003 - "Made in N.Y.C."
* 2005: Punx Unite 2 - "Way of Life"
* 2004: AMP Magazine Presents: Volume 2-Street Punk - "Sounds From the Streets"
* 2005: Punx Unite-Leaders of Today - "Rebel"
* 2006: Warped Tour 2006 - "Under Attack"
* 2007: Take Action Tour 2007 - "VIP"

Videos

* 1998: Live At NewCastle Riverside
* 1998: Underground Army World Tour
* 2000: Nightmare
* 2001: Get Off My Back
* 2004: Tomorrow Belongs To Us
* 2006: Can't Stop Us
* 2006: On City Streets
* 2009: We Are All We Have

Data ini di dapat dari WIKIPEDIA .

Sabtu, 06 Maret 2010

Sedikit pengetahuan punx buat anda !

PUNK .

Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik.

Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun terkadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.

Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.

Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.

Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.

GAYA HIDUP DAN IDIOLOGI .

Psikolog brilian asal Rusia, Pavel Semenov, menyimpulkan bahwa manusia memuaskan kelaparannya akan pengetahuan dengan dua cara. Pertama, melakukan penelitian terhadap lingkungannya dan mengatur hasil penelitian tersebut secara rasional (sains). Kedua, mengatur ulang lingkungan terdekatnya dengan tujuan membuat sesuatu yang baru (seni).

Dengan definisi diatas, punk dapat dikategorikan sebagai bagian dari dunia kesenian. Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu punk mirip dengan para pendahulu gerakan seni avant-garde, yaitu dandanan nyleneh, mengaburkan batas antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, menggunakan para penampil (performer) berkualitas rendah dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis kemapanan gaya hidup. Para penganut awal kedua aliran tersebut juga meyakini satu hal, bahwa hebohnya penampilan (appearances) harus disertai dengan hebohnya pemikiran (ideas).

Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat.

Akibatnya punk dicap sebagai musik rock and roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka.

Gaya hidup ialah relatif tidak ada seorangpun memiliki gaya hidup sama dengan lainnya. Ideologi diambil dari kata "ideas" dan "logos" yang berarti buah pikiran murni dalam kehidupan. Gaya hidup dan ideologi berkembang sesuai dengan tempat, waktu dan situasi maka punk kalisari pada saat ini mulai mengembangkan proyek "jor-joran" yaitu manfaatkan media sebelum media memanfaatkan kita. Dengan kata lain punk berusaha membebaskan sesuatu yang membelenggu pada zamannya masing-masing.

PUNK DI INDONESIA .


Berbekal etika DIY, beberapa komunitas punk di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Malang merintis usaha rekaman dan distribusi terbatas. Mereka membuat label rekaman sendiri untuk menaungi band-band sealiran sekaligus mendistribusikannya ke pasaran. Kemudian usaha ini berkembang menjadi semacam toko kecil yang lazim disebut distro.

CD dan kaset tidak lagi menjadi satu-satunya barang dagangan. Mereka juga memproduksi dan mendistribusikan t-shirt, aksesori, buku dan majalah, poster, serta jasa tindik (piercing) dan tatoo. Seluruh produk dijual terbatas dan dengan harga yang amat terjangkau. Dalam kerangka filosofi punk, distro adalah implementasi perlawanan terhadap perilaku konsumtif anak muda pemuja Levi’s, Adidas, Nike, Calvin Klein, dan barang bermerek luar negeri lainnya.

Berbekal etika DIY, beberapa komunitas punk di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Malang merintis usaha rekaman dan distribusi terbatas. Mereka membuat label rekaman sendiri untuk menaungi band-band sealiran sekaligus mendistribusikannya ke pasaran. Kemudian usaha ini berkembang menjadi semacam toko kecil yang lazim disebut distro.

CD dan kaset tidak lagi menjadi satu-satunya barang dagangan. Mereka juga memproduksi dan mendistribusikan t-shirt, aksesori, buku dan majalah, poster, serta jasa tindik (piercing) dan tatoo. Seluruh produk dijual terbatas dan dengan harga yang amat terjangkau. Dalam kerangka filosofi punk, distro adalah implementasi perlawanan terhadap perilaku konsumtif anak muda pemuja Levi’s, Adidas, Nike, Calvin Klein, shopie martin, darbost dan barang bermerek luar negeri lainnya.

Info ini di dapat dari wikipedia.com

BERDIRI SENDIRI

Dishonest dan sejarah .



Kami ingin seikit cerita tentang terbentuknya band punx from DJAKARTA ini hahaha , begitu penulisan di jaman 45an hahaha . Kami hanyalah pemuda yang suka dengan aliran punx yang biasa orang melihat kami berantakan , dan berserakan di tanah air hehehe . Langsung aja ke topik permasalahan nya hehehe , kami terbentuk dari 4 orang , dan band ini terbangun di tahun 2009 bukan november tanggal nya kami lupa karna lagi gak beres bikin band nya hehehe . Band ini beraliran street punk / hc punk . kami terinfluence dari band band besar di luar negri dan dalam negri , seperti THE CASUALTIES , A GLOBAL THREAT , The VIRUS , THE UNSEEN , itu dari luar negri dan dalam negri nya , THE SABOTAGE , ANARCHY TERROR CREW , SERTICTANK , GAMELANOINK , and many more ! Kalo mau lebih jelas nya bisa lihat di www.myspace.com/enemypunk !